10 Juli 2008

Dualisme

________

Tyo:

Dia adalah seseorang dengan wajah yang katanya mirip denganku. Sedikit lebih pendek, dengan berat badan yang sama denganku. Umurnya lebih muda dariku. Di depanku dia memanggilku, "Mas..." Di HP-nya, namaku ditulisnya: Kampretz. Saat aku ingat fakta itu, aku ingin memeluknya.

Dia suka tidur. Suka menonton TV dengan cuma memakai kaos dalam. Dia sering ketiduran di sofa kalau bosan dengan yang ditontonnya. Aroma tubuhnya mengandung pheromon yang sangat cocok denganku. Dan parfumnya pas dengan seleraku. Saat aku ingat fakta itu, aku ingin menciumnya.

Dia pendiam. Pemalu. Tapi agak egois. Bisa main piano. Bisa menyanyi dengan bagus. Bisa memasak dengan rasa lumayan. Dia sudah punya pacar, teman kampusnya. Saat aku ingat fakta itu, aku ingin merebutnya.

Karena aku mencintainya...!!!!


Toy:

Dia adalah seseorang yang sangat narsis, 
dengan wajahnya yang sangat gay. 
Tapi dia selalu bilang bahwa gay itu dosa. Sedikit lebih tua dari 
Tyo, tapi tetap lebih muda dariku.
Dia biasa memanggilku dengan namaku. Tapi seringkali dia memanggilku, "Sayang..." Saat aku ingat fakta itu, aku ingin menamparnya.

Dia partner di tempat kerjaku. Intonasi suaranya sering kemayu. Tapi dia selalu bangga dengan statusnya sebagai penyanyi band. Cukup pesolek, dengan atribut dan asesoris yang sering dari hasil pinjaman. Tapi bau tubuhnya tak pernah mendukung gaya kerennya. Saat aku ingat fakta itu, aku ingin muntah di depannya.

Dia banyak bicara. Sering curhat hal-hal yang membosankan. Sering merengek, lalu membanding-bandingkan orang. Pola pikirnya sering tidak logis. Selalu berharap setiap film punya adegan sex. Dia pernah berkata padaku bahwa suatu malam dia memimpikanku, sampai 'basah'. Saat aku ingat fakta itu, aku ingin menggantungnya !!!

Karena aku membencinya...!!!!

2 komentar:

Maha mengatakan...

hahaha ... lucu2

mmmm
sepertinya gaya penulisanmu berubah ya ...

gpp lah berubah, itu penting buat setiap org, sebagai proses :)

Awan mengatakan...

berubah? berubah jadi gimana, Bo?

sebenarnya dah dari dulu aku punya gaya tulisan kayak gini.

kalo lagi bikin cerpen, biasanya aku mmg pakai bahasa formal. aku jarang menulis karya dengan bahasa gaul.

tapi kalo nulis curhat2 apalagi kalo masalahnya bikin sebel, biasanya aku nulis ya ceplas ceplos aja.

tergantung sikon juga sih. kalo lagi jaim, ya formal. kalo lagi ngocol ya bocor.

btw thanks dah komen...