10 Juli 2008

Apakah Aku Sedang Dikutuk? Siapa Yang Mengutukku?

Aku pernah mencintai seseorang bernama Aga. Sebelum jatuh cinta padanya, aku sudah mencintai seseorang bernama Tyo. Apakah aku mendua? Memang. Tapi aku bisa membela diri karena cintaku pada Tyo bertepuk sebelah tangan. Apa aku harus selamanya berharap padanya? Sempat aku menjawab "Iya !" Tapi kemudian seseorang bernama Aga datang dalam hidupku dan membuatku mendapat alasan untuk meralat keputusanku untuk berharap pada Tyo selamanya. Aga adalah orang yang membuatku belajar untuk lebih mencintai seseorang yang lebih memberi harapan pada diriku. "Welcome Aga, goodbye Tyo!" pikirku saat itu.

Tapi enam bulan keadaan berubah lagi. Aku putus dengan Aga. Yang pasti aku tidak bunuh diri hanya gara-gara itu. Tapi lambat laun, hubunganku yang gagal dengan Aga membuatku kembali mengharapkan cinta lama. Tak tahu kenapa. Hatiku bergerak dengan sendirinya.

Aga kini menjadi seorang teman, sedekat apapun kami tetap tak akan menyebut satu sama lain sebagai pacar. Tyo kini menjadi harapanku lagi. 
Kenapa begini Tuhan?!!! Aku kangen dia. 
Aku kangen Tyo. Aku kangen lagi.

Aku jatuh cinta untuk yang kedua kalinya pada orang yang sama. Tapi dia lebih sulit dibanding yang dulu. Entah aku tak tahu. Tyo banyak berubah. Lebih beku. Lebih cuek. Lebih kaku. Tapi aku lebih menggebu. Kenapa begini Tuhan?!!!

Belakangan semakin menyebalkan. Ada seseorang yang selama ini selalu membuatku sebal. Seseorang yang nama depannya sama dengan nama depan Tyo. Dan nama itu sangat spesifik bahkan jarang dipakai di lingkungan orang Kristen meskipun nama itu 'sangat Kristen'. Nama yang sering kuanggap sebagai nama istimewa karena menjadi nama depan orang yang kucintai. Tapi ternyata orang lain, yang sering membuatku sebal, juga memakai nama itu sebagai nama depannya. Semula aku berusaha menerima fakta menyebalkan itu. Tapi akhir-akhir ini, fakta semakin menyebalkan. Persona non grata itu tak hanya memiliki nama depan yang sama dengan Tyo. Tapi belakangan dia juga mulai memperkenalkan nickname barunya: TYO.

Argggghhhhh!!!!! Kenapa begini Tuhan????!!!!!!!!!!

Dua orang, satu kucintai, satunya lagi kubenci, memakai identitas nama yang sama. Image Tyo yang kucintai mulai menjadi terdistorsi, berbaur dengan image orang yang kubenci. Aku berikrar, aku tak akan memanggil orang yang kubenci itu dengan nama TYO, meskipun dia merekomendasikan nama itu. Dan di sini, mulai sekarang, aku akan menulisnya dengan nama TOY.

Tyo, di sini, tetap menjadi nama orang yang kucintai. Seseorang yang kuharapkan lagi. Setidaknya Aga mendukungku untuk mencintai Tyo lagi. Aga memang baik. Aga sangat pengertian. Tyo dan Aga menjadi dua orang yang kucintai, dengan cara dan tujuan yang berbeda.

I love you Tyo !

I hate you Toy !

Tapi, aku masih bertanya-tanya... Kenapa Tuhan, kenapa????!!!!!!!!

Tidak ada komentar: