17 Mei 2008

“Beli Tresna Kapining Adhi”

Pagi hari ini aku terbangun
Aku tak ingat tadi malam aku bermimpi atau tidak
Yang kuingat sebelum tidur aku berharap akan bermimpi
Sekarang seperti aku telah menyeberang peta waktu
Untuk kembali lagi di titik jarum jam yang sama dengan pagi kemarin
Dan tak ada yang kubawa meski sekedar seraut wajah
Dari pejaman angan-angan sepanjang malam

Biasanya suaramu pun masih terngiang karena malam mendekap sapamu
Dekat di telingaku di sepanjang kantuk sampai tidur dan terbangun lagi
Biasanya selimutku hangat hingga pagi karena bayangmu menyamar
Menelusup di antara selimut yang kurengkuh sepanjang malam
Karena aku tak pernah ingin kau hilang

Aku masih mencoba mencari tandamu
Entah itu sisa rasa yang terekam di kulitku ketika kau memelukku
Atau tawamu yang terekam di udara ketika aku bernyanyi untukmu di kamar ini
Aku mencoba bernyanyi lagi tapi keindahan lagu kita seperti melati yang sudah layu
Setiap pagi namamu semakin layu
Hatiku semakin kering

Hanya rindu yang membuatku bertahan
Untuk tetap mencarimu meski harus menanggung naif diri yang rasanya pahit
Aku mencintaimu
Masih mencintaimu
Meski hanya untuk sekedar mengungkapkannya lewat sekelumit sapa

Tapi kau sudah hilang
Terang waktu yang warna-warni semakin pucat
Rasanya aku semakin ingin menutup mata
Untuk menemukanmu dengan cara yang aku bisa
Meski aku masih selalu gagal
Menjadikan mimpi sebagai jembatan menghampiri jiwamu yang sudah membisu

Karena jiwaku
Belum bisu…

Tidak ada komentar: