17 April 2008

Arti Sebuah Perhatian

Siapa orang yang suka menyempatkan diri untuk bertanya-tanya apakah kau sudah makan, apakah kau sudah mandi, atau kau sedang apa? Ada? Mungkin dia adalah ibumu. Atau mungkin ayahmu, atau kakakmu atau adikmu. Apakah terasa akan beda jika itu tak ditanyakan padamu? Terasa kau lebih bebas, atau terasa kau kurang diperhatikan? Penerimaan dan perasaan orang pasti beda-beda. Ok.

Tapi aku teringat dengan seseorang yang selalu membuatku merasa lebih kuat ketika dia mengirim sms untuk sekedar bertanya, "Yank, udah makan?" Atau dengan sempat-sempatnya mengirim sms untuk menyuruh, "Awan, bangun! Udah siang waktunya maem. Mandi dulu!" Mungkin rasanya bawel kalau yang melakukan adalah orang lain. Kalau dia bukan pacarku, aku pasti sudah balas smsnya, "Cape deee..." Tapi dia orang yang dengan cintanya mau memberiku perhatian yang walaupun kecil tapi terasa menguatkanku. Dia memberiku tanda bahwa dia ada di suatu tempat memikirkanku, tak membiarkan aku berpikir sendiri. Aku merasa lebih kuat dengan perhatiannya yang tulus.

Kami tak lagi pacaran karena suatu hal. Tapi sms-smsnya masih tersimpan di ponselku dan sesekali masih kubuka untuk mengingatkanku akan arti sebuah perhatian. Perhatian yang tak menyerah oleh jarak yang memisahkan kami. Apa yang kusimpan tentangnya, masih memberikan kekuatan yang dulu pernah kurasakan. Kami masih mencintai meski hasrat untuk memiliki tak penuh lagi.

Aga, I miss you honey...

Tidak ada komentar: