Suatu ketika saya berbincang dengan teman saya tentang Tuhan. Perbincangan dimulai ketika dia terlalu ingin tahu tentang mantan pacar saya yang terakhir. Dia bertanya tentang agama mantan pacar saya itu. Saya jawab apa adanya bahwa agamanya Hindu. Dia sempat menebak bahwa penyebab putusnya hubungan kami adalah karena agama kami berbeda. Mantan pacar saya Hindu, dan saya Kristen.
Tapi jujur, bukan soal agama yang membuat saya dan mantan pacara saya itu dulu putus. Saya menjelaskan pada teman saya bahwa kami selalu saling menghormati dalam hal agama. Kami saling mendoakan menurut cara yang kami yakini masing-masing. Teman saya itu heran dan bertanya, "Lho, bukannya tuhan-nya beda? Kok bisa saling mendoakan?"
Saya akhirnya balik bertanya dengan memberi sedikit pendekatan. "Aku dengar temanku yang orang Muslim berdoa dalam bahasa Arab dan doanya pernah terkabul. Mantan pacarku pernah bilang dia juga berdoa dalam tata cara Hindu dan doanya juga pernah terkabul. Aku sendiri biasanya berdoa dalam nama Yesus dan doaku juga pernah terkabul. Pertanyaannya, yang mengabulkan doa-doa itu tuhan yang warna-warni atau Tuhan yang hanya satu saja?"
Akhirnya dengan agak enggan teman saya menjawab, "Tuhan yang satu". Saya setuju dengan jawabannya. Bagi saya, Tuhan hanya satu. Manusia mendekati dan memahamiNya dengan banyak cara. Saya tak suka ribut mencari alasan versi mana yang benar tentang Tuhan. Saya lebih suka dengan apa yang dihasilkan seseorang ketika seseorang itu bertuhan, tak peduli pemahamannya tentang Tuhan itu seperti apa.
Itulah mengapa saya tak pernah memaksa mantan pacar saya dulu itu untuk berpindah agama. Sebab kalau saya sendiri disuruh membuktikan bahwa Yesus itu benar-benar ada, saya tak akan bisa. Kasusnya saya rasa juga akan sama kalau saya meminta mantan pacar saya untuk menghadirkan Sang Hyang Wisnu di depan saya. Berbuah kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain, menurut saya itu pembuktian nilai hidup yang lebih berharga. Tak perlu konversi agama untuk tujuan yang tidak prinsipil dari diri sendiri.
Sekedar mengenang, saya putus dengan mantan pacar saya yang Hindu adalah karena orientasi yang berbeda dalam menjalin hubungan, yang ada kaitannya dengan masa depan kami masing-masing. Setidaknya kami tetap menjadi teman baik hingga saat ini.
Tampilkan postingan dengan label Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tuhan. Tampilkan semua postingan
16 April 2008
Langganan:
Postingan (Atom)
